Okezone.com Rabu, 3 Juni 2009 – TANGERANG – Rumah Sakit Omni Internasional mengakui adanya kesalahan dalam mendiagnosa pasien Prita Mulyasari, termasuk dalam mendiagnosa trombosit sebesar 27.000.
Hal ini diungkapkan Direktur RS Omni Internasional Bina Ratna Kusumafitri dalam jumpa pers di RS Omni Internasional, Tangerang, Rabu (3/6/2009).
“Hasil tidak valid dengan nilai trombisit 27.000, karena terjadi penggumpalan dan hasil tersebut tidak di-print. Kalau di-print terjadi malapraktik karena tidak seusai dengan penyakit diagnosa sebenarnya,” kata Ratna.
Bina membantah, jika ada unsur kesengajaan atas terjadi perbedaan hasil diagnosa. Diagnosa ulang untuk mempertegas penyakit yang diderita Prita.
“Perubahan diagnosa hanya untuk penegasan diagnosa yang berujung pada virus udara,” tegasnya.
Sementara itu, kuasa hukum Omni Internasional Heri Bertus menyatakan gugatan terhadp Prita akan terus dilakukan. Karena terjadi indikasi pencemaran nama baik tanpa adanya klarifikasia.
“Dan upaya damai masih tetap terbuka, antara pihak rumah sakait dan Prita,” tuturnya. (Akmal Irawan/Trijaya/kem)





Juni 9, 2009 at 10:21 AM
HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI
Juni 9, 2009 at 7:56 AM
BREAKING NEWS !!!
TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
“Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”
Juni 6, 2009 at 9:20 PM
yaelah dah ngakui salah masih ngeles lagi :hammer:
Juni 6, 2009 at 9:49 AM
Udah tau gitu masih menuntut penjara dan denda.
Huh, kapitalis
Juni 5, 2009 at 5:44 PM
omni dah mulai takud tuh kayagnya
Blog jelek, Jangan DI KLIK !!
Juni 5, 2009 at 2:26 PM
kalau memang mengakui kesalahan dengan adanya salah diagnosa di anjurkan untuk bertanggung jawab atas kesalahan.
karena kesalahan memang tidak bisa tidak ada 100%, tapi apa bila menyangkut nyawa manusia itu sangat harus di minimaliskan, kadang muncul pertanyaan apa kah kesalahan yang diperbuat RS ini baru yang sekarang karena ada nya komplain dari pasien?? atau sudah pernah terjadi sebelumnya??
Juni 5, 2009 at 12:33 PM
Tiap pasien yang masuk RS itu, apakah tidak perlu diaudit adanya praktek kesalahan ???
Juni 5, 2009 at 12:31 PM
Prita apa tidak dicemarkan nama baiknya ????
Juni 5, 2009 at 12:30 PM
Mestinya siapa yang dapat hukuman ???
Juni 5, 2009 at 11:04 AM
Ghathel”
tinggal ngakuin kalo omni nggak profesional susah amat”
pasien komplain malah di pimpong giliran komplain ke publik malah di tuntut balik ….
Dasar bodoh’
orang malah takut buat urusan kesehatan sama RS omni